PANCASILA

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia


Perlu dipahami kembali butir-butir "Thagut" diatas, supaya yang merasa anti dengan adat dan budaya sendiri kembali sadar di mana bumi dipijak

Get this widget [ Here ]

Selasa, 07 September 2010

MAJAPAHIT, PIS BOLONG DAN BALI BERHUBUNGAN

Uang Kepeng China di Bali masih dipakai Odalan, Bahkan Para Balian Bali bila meramal seseorang membacanya dari Uang Kepeng ini secara kerauhan, Tanggal 1-11-2009 jam 17.00 wita Pratima Prabu Airlangga dipendak dan diiring ke Pura Majapahit GWK, malamnya hujan lebat mengguyur Jimbaran dan Ungasan wilayah GWK, Dan hari ini terulang kembali. (2010).



Pagi yang cerah berkumpul di Pendopo Pura Ibu Jimbaran, Mangku atau Pandita Majapahit versi Keraton Mangkunegaran  dalam Penghargaan PLKJ 2010, Kadek Moyo, Ko Hin, Andik,dll Hyang Suryo mengeluarkan beberapa biji Uang kepeng / China untuk dibacakan artinya kepada Ahli Tulisan China Mbah Lie Hong Tjie, dimana Tulisan Uang Kepeng ini dijelaskan, biarpun hanya "Empat Huruf" tapi dapat diketahui Jaman, Raja yang berkuasa, kapan Uang ini dibuat contoh Cien Lung Thung Pao, dimana uang ini dibuat Pada masa pemerintahan Raja Cien Lung dinasti Ching  1736-1795 M , Jadi empat Huruf pada Uang China ini cukup bisa menjelaskan secara detail riwayat Uang Kepeng itu sendiri, Bahkan menurut Kadek Moyo Balian/Dasaran Bali bila meramal juga menggunakan Uang Kepeng, dan secara Kerauhan bisa menceritakan Riwayat seseorang dan tentunya disertai Sesaji,


Di suasana sangat segar dan adem, tanah masih basah karena malamnya habis hujan yang sebelumnya Bumi Majapahit Bali sangat panas merangas dan hujan ini memang pertanda menyambut Odalan Prabu Airlangga di GWK sebagai titisan Batara Visnu (Air, tirta) pada hari ini dalam kalender Bali Majapahit jatuh pada Brahma Purnama kalima.


Kisah sejarah ini diawali Mbah Lie Hong Tjie menulis dengan tangan yang keriput karena usia, tapi sangat berapi-api menceritakan tanpa gemetaran serta menterjemahkan secara gamblang. Kalimat pertama yang dijelaskan tentang uang kepeng itu mempunyai hubungan dengan sejarah Majapahit yang sudah banyak dilupakan oleh bangsa ini. Uang bolong ini bisa mengungkap sejarah tanpa di rekayasa. Hubungan antara Majapahit, Odalan dan uang bolong bisa dideteksi hanya dari satu uang kepeng yang tulisannya sudah disalin di lontar modern. Salah satunya kutipannya mengatakan, silahkan didiskusikan banner disamping kiri untuk para pakar !.
Mbah Lie Hong Tjie juga menceritakan makna sebuah tulisan/aksara China yang banyak mengandung banyak kisah filosofi untuk sejarah kebudayaan bangsa. Pantas saja aksara/tulisan China dilarang pada masa Orba karena mereka akan mengetahui sejarah bangsa sendiri dan akan membanggakan kebudayaan bangsa sendiri hingga tidak mudah dikibuli oleh yang sekarang mengibuli dengan sejarah dari bangsa arab,israel hingga rakyat ini menjadi tidak memahami sejarah bangsa sendiri...nasib apes dan ironis.


Justru moment odalan di Bali sangat memakai adat dan budaya leluhur salah satu yang membuat sempurna adalah uang kepeng/pis bolong yang juga pada jaman Majapahit uang ini dipakai untuk mempersatukan Nusantara dan ini bukti juga apablia ahli arkeologi maupun masyarakat umum menemukan barang peninggalan pasti ditemukan uang bolong ini. Tidak sahlah Upacara tanpa uang bolong. Majapahit di Bali untung masih ada Sanggah, Merajan, Paibon hingga Pura Kawitan biarpun dikalim Hindu seakan-akan berasal dari India karena disodorkan Kitab Weda. Dan mayoritas KTP di Bali ditulis Hindu. Hanya kalau Odalan dan lain sebagainya masih memakai pis bolong dan banten atau sesaji seperti untuk Mecaru sesuai lontar dan Bhisama leluhur masa Majapahit yang lestari di Bali. Majapahit adalah Siwa Buda konsep berbakti kepada leluhur kalau dijawa di simbolkan Lingga-Yoni atau Orang Tua sebelum menuju Tuhan.









read more...

Minggu, 05 September 2010

MAJAPAHIT DAHA JENGGALA KADIRI MASA KINI

Alun-Alun Daha Dahulu pernah jadi Kantor Bupati Kediri, disini banyak ditemukan Benda Purbakala Patung Patung Dewa Leluhur Kerajaan Daha/Kadiri/Jenggala, Benda Purbakala dipindah ke Musium Gunung Kelotok 15 km dari Alun Alun Doho. 


Ada Sumur Peninggalan Majapahit yang cukup angker ditempat ini, Hari tertentu Ada Dewi Berpakaian Putih keluar dari Sumur, Tak jauh dari Sumur berdiri megah Hotel Bismo, di Alun Alun berdiri Patung Pahlawan Kemerdekaan Bismo. Seberang hotel ada Mal/Pusat Perbelanjaan Baru saja diresmikan, jadi Alun Alun sudah bukan Lapangan tapi seperti Taman saja,dimana Malam hari tempat berjualan serba ada dari sate Bekicot sampai Kambing. Barang pun serba ada dari jepit rambut sampai vidio game. 


Tapi Kesakralan masih menghantui tempat ini, banyak para Spiritualis Meditasi, Semedi ditempat ini mencari Wangsit. Disinilah tempat tinggal Brahmaraja XI bila berada di Kediri, yaitu di Hotel Bismo dimana Beliau masih dipanggil Sang Prabu. Hotel Bismo milik cucu Tan Koen Swie Pahlawan Budaya dan bukunya diakui sebagai 'SEJARAH KOTA KADIRI" yang diakui baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur, Buku itu dilarang dibaca diera Orde Baru 1966-2000'. Yang berisi Ramalan Sabdopalon. Pada 2003 disinilah dipusatkan Ngeruwat Kota Kediri oleh Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto, acara pertama kalinya sejak 500 tahun Keruntuhan Majapahit [berita terdahulu] di Kadiri banyak Kerabat Hyang Suryo, bahkan Leluhurnya disarekan di Gunung Kelotok. 


Peninggalan Sejarah Kota Kadiri sangat sesuai dengan Buku Tan Koen Swie karena bisa dilihat dengan mata telanjang bukan gaib, contoh Patung Totok Kerot/Durga yang di Kepruk Sunan Bonang kini berdiri Tegak dengan bahu kanan sempal/putus kena hantaman/Kepruk'an Sunan Bonang sang Wali yang anti Berhala/Musrik/Tohut/Patung. Desa Gedah yang dikutuk pun masih ada, Bahkan Pada Hari jadi Kota Kadiri 23-3-2002 ketika Brahmaraja XI lagi di Hotel Bismo 'Ono Suworo Tanpo Rupo" suara tanpa ada Orang berbunyi "Nyang ngo Selomangleng" ber ulang-ulang. 


Akhirnya Brahmaraja XI yang biasa dipanggil Eyang Suryo pergi mengikuti suara tadi ke Selomangleng yaitu Guwa Pertapaan Dewi Kilisuci, ternyata sampai disana bertemu seorang Pertapa. " lha, Kowe wis tak enteni ngger, ontong kupingmu apik iso nrimo wisik" Kamu sudah saya tunggu nak, untung telingamu bagus bisa mendengar suara niskala/gaib. 


Demikian Sabda Sang Pertapa, Singkat Cerita Eyang Suryo dipertemukan Prabu Airlangga, Mpu Bharadah, Prabu Joyoboyo, Dewi Kilisuci, Dewi Sekartaji, Panji Asmorobangun, Buto Lucoyo, Para sesari Pepunden sekeliling Gua Selomangleng Gunung Kelotok Kediri [Salinan tertulis, saat itu Buku Tan Koen Swie /Sejarah Kadiri belum diterbitkan] setelah rapat dengan Para Leluhur ini lalu Sang Pertapa memberikan Simbul Tanah Jawa, sepasang Keris Kembar Luk 13 [ada di Puri Gading] setelah pertemuan aneh ini Sang Pertapa berkata "Ngger, Duwe Deluwang karo potelot te? Aku arep nulis kanggo bukti kanggo Wong sing ora percoyo Gaib" Nak, Punya kertas sama alat tulis?, Saya mau nulis agar dapat dipakai bukti bagi orang yang tidak percaya Niskala, Eyang Suryo mengambil kertas di mobil PU AG 7000 NZ kebetulan ada kertas ber Kop Hotel SATELIT [Hyang Suryo Tinggal di Hotel Satelit bila di Surabaya] dan Balpoin, lalu diserahkan kepada Sang Pertapa, 


Lalu pertapa ini menuliskan tentang pertemuan dan siapa yang hadir, waktu itu memang sangat aneh tapi bagi Hyang Suryo biasa saja karena sudah sering bertemu alam lain cuman tidak berani cerita nanti dianggap bohong, kebetulan peristiwa ini Sang Pertapa mengerti membuat tulisan, Tulisannya Ejaan Zaman Belanda U pakai OE [tulisan Tan Koen Swie], Sang Pertapa bilang ini untuk bukti sudah bertemu dirinya. Hyang Suryo mancing bertanya " Mbah Kowe iki sopo to?" lalu dijawab "Lhah kowe Lali yo biyen kan bareng waktu jenengmu Sokro, Lha aku Topo terus tetep ngene lha kowe kan nitis bolak balik" hyang Suryo ya pura-pura ngerti, "oo, Yo Mbah aku rodok lali, mosok Sokro, lha Sokro iku sopo Mbah" lagi coba mancing karena Orang Dahulu tidak sekolah/kuliah dan jujur dijawab " iyo aku maeng kan jambal, yo wis sepurane Bhatoro Indro, pangkatmu luwih duwur" ini sedikit dialog yang diungkap ternyata belakangan ada yang bilang Sakra/Indra. Beliau Sang Pertapa memang Jujur/lugu karena jaman dulu tidak ada sekolah/Universitas, dan Karena Kemanungsan jadi mudah dipancing, kalau alam Roh sulit dipancing, Pertapa ini punya badan kasar, tapi bisa kumunikasi alam lain,jadi badan kasar panca indranya mudah diajak kumunikasi jujur. Jadi peristiwa aneh ini terjadi 23-3-2002 ternyata setahun kemudian 27-3-2003 Hyang Suryo meruwat Kota Kadiri, inipun baru diketahui setelah ditulisnya peristiwa aneh itu hari ini 19-9-2009. 


Kejadian Pertemuan justru Pura Majapahit Trowulan Lagi gawat di serbu dan diancam Bom Karyono dan sudah di tutup di larang kegiatan Hingga Hyang Suryo bisa keluyuran Sowan Leluhur. Karena di Trowulan ditutup itulah Hyang Suryo sering di Kediri atau di Surabaya kemudian Bali. Tulisan Sang Pertapa kini tertempel di Pusat Informasi Pura Ibu Majapahit sebagai bukti ilmiah, Ditambahkan 15-3 2002 Hyang Suryo dilantik sebagai Ketua IX Budaya Sepiritua Asli Nusantara untuk mengurusi Keluarga Mojopait Oleh Prof. DR. RM Wisnuwardhana Suryadiningrat di pendopo Agung Manunggale Kawula Lan Gusti Keraton Suryadiningrat Jogjakarta, kemudian diteruskan Wayangan di Alun Alun Suryodiningratan dengan Lakon 'Turunnya Wahyu Mahkuto Ramo", sepulang dari Jogja masih mampir di Solo Gelar Budaya 2002 di Mangkunegaran, kemudian ke Kadiri bertemu pertapa 23-3-2003. dan 27-3-2003 juga tidak sengaja diminta Meruwat kota Kediri jawa Timur.


Selanjutnya Gelar "Budaya Pemersatu Bangsa" di Bali hingga terwujut Pura Ibu Majapahit Jimbaran untuk Melinggihkan Leluhur agar bisa tetap di Odali, dan Odalan Baru dilaksanakan 9-9-'09 yang lalu dengan sukses, dan masih banyak informasi aneh tapi ditunjang bukti ilmiah, seperti Mahkota Mjapahit, nantikan informasi selanjutnya.***Lebih jauh dijelaskan bahwa Buku Tan Koen Swie / Sejarah Kota Kadiri baru didapat Awal 2009 dimana saat ada Pernikahan salah satu Cicit Tan Koen Swie Undangan Pernikahan dilampiri Sejarah Kadiri karangan Tan Koen Swie buku ini dikirim Pura Ibu awal 2009 setelah di Sah kan menjadi Buku Sejarah Kota Kediri, Juga Mangku GRP. Nokoprawiro membawa Copy Negarakertagama awal 2009 setelah Hyang Suryo meresmikan Candi Gajahmada di Kertosono yang dipugar Yayasan Negarakertagama, yang disebutkan oleh Ketua Yayasan Bpk. Harmoko penterjemahan belum selesai tuntas, sebagian Lontar ada yang terbakar. Ternyata setelah di cocok kan ada kemiripan Tokoh yang disebut dalam buku Tan Koen Swie tentang Buta Locaya. 


Soal nama Sokro ini pernah pada 1968 di Trowulan ketika Melepas Djaini Putra Bpk. Saguh Jurukunci Makam Pendopo Agung, bertemu seorang Pertapa dari Gunung Semeru yaitu Mbah Tjokro juga memangil Eyang Suryo Dik Sokro, ada 2X Orang memanggil Eyang Suryo Sokro/Sakra. Bakan sebuah Foto Kuna 1968 Eyang Suryo pakai Blangkon tercantum nama SOKRO menghormati Mbah/Rama/Eyang Tjokro/Cokro yang memanggil Sokro untuk Eyang Suryo.b Jadi selama ini yang menyebut Eyang Suryo dengan panggilan Sokro 2 Orang yaitu Eyang Semeru dan Eyang Kadiri.
read more...

SABDA PALON, BUDHA & MAJAPAHIT BERKAITAN

Ketika Budha pada hari Tri Suci Waisak 534 SM mokswa mencapai Parinirwana, 9 tahun kemudian yaitu 525 SM.



Beliau turun ditanah Jawa menemui Bhatara Siwa yang masih saudara Beliau yang berstana di Gunung Semeru, dan Sabdopalon berstana di Gunung Merapi. Usia Sabdopalon tahun 2010 adalah 2535 tahun. 


Sejak awal Sabdopalon bertugas Momong mendampingi Raja-Raja penguasa Tanah jawa dengan berpegang teguh Ageman Budha. dengan bukti Para Raja menciptakan Candi Budha terbesar didunia "BOROBUDUR" (juga diklaim Islam sekarang entah Arab).



Pada 1478 M Raja Brawijaya meninggalkan Ageman Budha menjadi islam, Sabdopalon Momong sisa Raja Majapahit yang berageman Budha hingga 1522M. Raja terakhir Budha yaitu Sri Wilatakta Brahmaraja V raja Jenggala.[JayasabhaX/Wisnuwardana VIII]. 


Sri Wilatikta Brahmaraja I / Bhatara Indra /Wisnuwardana I / Jayasabha III. adalah Raja Jenggala yang duplikat Pelinggihnya ada di Besakih. yang pada 1-1-2009 sempat dikunjungi Sri Wilatikta Brahmaraja XI dengan membawa Pratima Permaisuri Brahmaraja I untuk dilinggihkan di Pelinggih Beliau . Jadi Sabdopalon momong secara pisik/sekala berakir 1478 M, tapi secara Niskala beliau momong Raja berageman Budha hingga 1522 dimana Jawa ful dikuasai Raja islam. 


Kemudian secara Niskala Beliau Memimpin para Pandita sisa-sisa Majapahit 1525 menuju Bali dimana Bali harus dipertahankan agar Majapahit tidak punah, kebetulan Raja Bali masih mempertahankan Budha Shiwa ajaran Mpu Kuturan. yang sama dengan Ageman Majapahit. Secara pisik/sekala Pandita Dwijendra/Dahyang wawurawuh datang ke Bali memperkuat Pulau ini agar tidak bisa dimasuki ageman baru islam yang berhasil menguasai jawa. 


Dalam kemarahannya terhadap Raja Brawijaya yang meninggalkan ageman Budha, Sabdopalon mengucapkan janji bahwa klak 500 tahun setelah sirnanya Majapahit Sabdopalon akan datang bersama Momongannya untuk mengembalikan agama Budha ditanah jawa. Salah satu bukti  G.Sinabung meletus.



Sabdopalon juga membuat Pratanda kedatangannya. selisih waktu 1478 sampai 1522 adalah 44 tahun jadi tenggang ini bisa digunakan menggalang kesadaran, yaitu 1978 Aliran Kepercayaan masuk GBHN dimana ilmu kejawen/adat jawa maunya dilestarikan dengan payung hukum, tapi pihak islampun tahu tentang Sabdopalon jadi berusaha menghambat, dengan Bantuan Dajjal Arab yang berusaha menghancurkan adat budaya Majapahit dengan dalih agama islam yang mayoritas yang dipemerintahan R.I ada Juru tuduh sesat untuk menghancurkan budaya jawa, contoh 1965 punden-punden Leluhur dihancurkan,



Adat nyuguh, nyaji, nyumet dupa diberantas agar Leluhur hancur tidak dapat makan, orang pada dicuci otaknya agar membenci tanahnya untuk mencintai arab, agar bangsa ini dikutuk Leluhurnya jadi budak dan tinggal dibawah jembatan arab. bahkan siap mati jihad. (Metro Realitas Metro TV Minggu 05 September 2010 peristiwa Bali)


Pura Majapahit yang selalu odalan dan caru memberi makan Leluhur mau dihancurkan, karna gagal memerintahkan aparat R.I setempat antek arab agar menutup Pura Budaya. mengatasnamakan Mentri agama arab [mentri Budaya dianggap tai, biarpun kepercayaan masuk budaya] Mentri agama penguasa menganggap mentri lain tidak ada karena R.I sudah jadi negara Arab Indonesia karena oknumnya dianggap islam semua, lain islam tumpas. contoh bilkin Gereja sulitnya bukan main, padahal sama-sama muja allah. apalagi aliran lain. Leluhur yang mati belum islam masukpun dihancurkan. padahal hukum tidak boleh surut contoh Ahmadiah sudah ada 1925 hancur. 


Punden Danyang zaman Mjapahitpun hancur dianggap musrik. contoh Pelinggih Tunggulmanik selatan Segaran Trowulan 9-9-1999 jam 9 pagi dihancurkan, Gereja-gereja di Bom, dibakar. Saptodarmo jogya dihancurkan,  kerukunan agama di monas diobrak abrik dipukuli, dibubarkan, bulan puasa warung buka dioprasi pengunjung berlarian dikejar semua ini dipertontonkan di TV online seluruh dunia seolah Indonesia Negara Arab 1000 tahun yang lalu. Bom meledak dimana-mana Ali orang Arab ditangkap penyandang dana.  Bom Jihad Pengantin Surga sesuai Quran atau hadist terjadi baik di Bali Bom I, II juga ditempat lainnya atas kerja keras Densus 88 terungkap oknum atau kelompok keras dari agama Import dari Arab ini.


Demikianlah Indonesia, dimana menyulut Sabdopalon turun membuktikan Sabdanya 500 tahun yang lalu, karena rusaknya mental manusia yang diberi hidup enak ditanah sendiri malah cinta tanah arab.Alun minggah ing daratan/air laut naik kedaratan terbukti sudah, Banjir bandang juga terbukti longsor lumpur, Lindu pengpitu sedino/gempa 7 X sehari terbukti, Wereng Katah angdatengi/banyak wereng, terbukti. Saudagar tuna sedarum/saudagar bangkrut juga terbukti. dsb dst dll. soal detail Sabdopalon sudah banyak ahli memprediksi sampai internet penuh cerita Sabdopalon, biarpun bangsa arab menganggap Tahayul/dongeng biarlah, leluhur bangsa ini selalu dihina, sampai Trima Wahyupun orang jawa tidak boleh, contoh Sadek trima wahyu ditangkap pertapaannya gunung salak dihancurkan. yang boleh trima wahyu hanya orang arab/muhammad. 


Lia Eden ditangkap, pengikutnya dihaancurkan. dan masih banyak dituduh sesat rumahnya dihancurkan semua ini jadi tontonan sehari-hari disamping bencana ramalan Sabdopalon dalam layar TV, Tiap negara punya peramal jawa Prabu Jayabaya, Timur tengah Nastrodamus dll. bahkan Dunia waktu itu belum bulat, setelah Majapahit runtuh orang pada bikin Kapal layar mencari Nusantara sumber rempah-rempah, seperti Barthomeus Diaz, Fascodagama, Columbus menemukan dunia bulat. Sekarang dunia bulat Ramalan Arab ditrapkan di Nusantara tentu saja tidak cocok, yang cocok Jayabaya dan Sabdopalon. Ramalan Timur tengah di Wahyu cocok allah akan menghukum dengan api dari langit, bukan air bah nabi nuh. buktinya Irak kejatuhan Bom Amerika, dijatuhkan dari langit oleh pesawat terbang. jadi kita harus percaya pada ramalan dalam negri, adat, budaya sendiri, bukan import dari arab yang sudah ada ramalan Nubuatan/ramalan raja Nabukatnesar. 


Jadi alangkah lucunya orang jawa tidak percaya ramalan Raja bangsa sendiri yang titisan Wisnu pemlihara alam. inilah penyebab kita buta akan nasib negara sendiri warisan dari Leluhur karena memuja leluhur orang. Gajah didepan mata [Leluhur sendiri]tidak kelihatan, kuman disebrang lautan [arab] tampak jelas. ironis....


Islam menguasai tanah jawa tidak sampai 100 tahun, sebab Belanda saja 350 tahun Jepang 3,5 tahun meedeka 64 tahun, ini bukti islam tidak bisa mempertahankan Nusantara, sebabnya? orang islam arab tidak kenal angkatan laut, hanya numpas didaratan, pesisir dulu dikuasai, baru nyerang kepedalaman. Karena tidak memikirkan A.L maka suplai rempah-rempah ke eropa terbengkalai, negara Barat akhirnya membuat kapal laut sendiri untuk mencari rempah-rempah diawali Bartolomeua Diaz , Vascodagama, Marcopolo dan Columbus yang kesasar ke benua Amerika.



Sampai sekarang siapa yang punya Angkatan laut adalah penguasa dunia contoh : Inggris Singa Lautan, Amerika dengan kapal Induk nya yang bisa muat Pesawat terbang [baru demo di Sulut] sedang kita yang sudah dikuasai arab tidak bisa apa-apa, A.L kapal bekas tidak bisa menjaga Nusantara, pulau diklaim orang, negara dilecehkan, kesenian diklaim negara lain karena kita dianggap arab yang tidak punya seni, dalam negri lebih cinta arab ketimbang budaya sendiri. bangsa kita jadi bangsa kuli ke negri orang, bahkan tinggal dibawah jembatan di arab. 


Mangkanya marilah kita dukung Sabdopalon turun yang akan mengembalikan kejayaan Nusantara seperti Zaman Majapahit kita bersatu dan Negara Gemahripah Loh Jinawi, karena rak'yat nya mencintai Tanah airnya bukan arab. Mencintai Budaya Leluhurnya seperti Odalan, caru, nuguh Leluhur karena tanah subur makmur tidak seperti arab yang kering krontang.



Sekali lagi mari kita Odalan, Caru, nyuguh Leluhur agar kuat kembali tidak dijajah arab/segelintir orang yang mentrapkan tatacara arb 1000 tahun yang lalu. Ayo bangkitlah bangsaku, rak'yatku semuanya jangan kena ditipu budaya arab kuno hingga hilang sudah atau tidak mengenal lagi budaya sendiri akhirnya menjadi bangsa lebih kuno karena pemikiran rakyat sekarang kebanyakan Islam KTP bisa dicek ciri-cirinya adalah yang senang anarkis, koar-koar sesat dan suka mengintimidasi lainnya




















read more...

Jumat, 27 Agustus 2010

PLKJ beri penghargaan bagi pelestari budaya Jawa

Solo (Espos)–


Kolaborasi Mesias yang memainkan gitar dengan Ciwi yang memainkan kendang Jawa menjadi hiburan istimewa pada acara PLKJ Award XV tersebut. Mesias, 19, dan Ciwi, 14, juga menjadi bagian di antara masyarakat yang mendapatkan penghargaan sebagai pelestari budaya Jawa dari PLKJ.

Ya, di tengah arus globalisasi, PLKJ tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan acara yang digelar tiap tahun sekali ini.


Sekretaris persedium PLKJ, Djadiroen Warongkogoeno menyatakan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras para tokoh masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi melestarikan tradisi dan budaya leluhur.


Dari sekitar 110 penerima penghargaan tersebut, mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan profesi. Di antaranya dari kalangan budayawan dan seniman, pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), hingga petani. Misalkan saja, Sutadi asal Klaten yang sudah lama berkecimpung dalam seni pedalangan, Hyang Brahmaraja sebagai Raja Abiseka Majapahit di Jimbaran Bali, serta Winarno petani yang setia sebagai pelestari budaya Jawa asal Ngawen, Gunung Kidul.


“Dengan penghargaan seperti ini, justru menjadi cambuk bagi saya untuk terus bisa menjaga budaya bangsa ini,” papar Hyang Brahmaraja kepada wartawan.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pemberian penghargaan dari pihak PLKJ  pantas diapresiasi

“Ini sekaligus menjawab ironi tentang istilah Wong Jawa Ilang Jawane. Maka dengan penghargaan PLKJ ini, khususnya masyarakat Solo, diharapkan bisa melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya,” pungkasnya.












read more...

Kamis, 22 Juli 2010

Monopoli Surat Kawin (Wajah Nusantara kini)

Berita TV dan Koran tentang Umat Konghucu tidak bisa mengurus Surat Kawin karena Konghucu bukan Agama hal yang biasa, Bahkan sampai Gus Dur pun ikut membela di Sidang Pengadilan Negeri Surabaya Jawa Timur, Tetap saja Konghucu di Kalahkan karena Konghucu bukan Agama, Inilah bukti Kekejaman Islam yang tidak mengakui Agama selain Islam atau Kafir dan sekarang Konghucu sudah di Akui Agama tapi di TV 2010 Tulisan Kolom Agama "Konghucu" di KTP kembali dihilangkan karena alasan nya pakai file lama hingga membuat Umat Konghucu frustasi melihat Alasan Mundur yang tidak masuk Akal sehat, jadi hanya Tulisan di Kolom Agama demikian Pelit nya Islam yang di Anut Pegawai bagian computer KTP yang merasa se Iman dan se Agama Islam dan suatu Kebanggaan bila bisa mempersulit Orang yang bukan Islam inilah Watak yang sudah mengakar dan Ngoyot di Otak Bangsa ini, Hal ini biasa, Tapi Nasib Orang kecil di Desa Lamongan juga sama, Orang Kejawen yang bernaung di Himpunan Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa [HPK] pun Tidak bisa mendapatkan Surat kawin karena di Tingkat Desa hanya Kantor Urusan Agama Islam [KUA] yang ber Hak membuat Surat Kawin, Hingga DOKTOR Seomono  Soemodisastro Ketua HPK Jawa Timur dan Team nya mewakili Direktur Jendral [DIRJEN] Kebudayaan ketika di Pengadilan Negeri Lamongan juga kalah dengan Surat Edaran Mentri Agama kalau tidak salah No 11 atau 16 ? yang mengalahkan Undang Undang Dasar 45 dan Hukum di Negeri ini, Yang tidak jelas arti nya, akhir nya gagal lah Masyarakat Desa untuk diakui Perkawinannya karena bukan Islam, Juga waktu itu Orang Hindu Bali pun kalau kawin belum ada Surat nya hanya Sah didepan mangku dengan Sesaji Kawin juga tidak di Akui Republik ini, Jadi Surat Kawin yang Sah adalah Surat kawin Islam yang ada Tanda Tangan mentri Agama Islam nya, lainnya tidak sah karena Bukan Agama Islam.


Demikianlah Contoh diatas dalam hal Surat Kawin setelah Islam berkuasa sejak 1965-1966 dengan di Tumpas nya Bung Karno Pendiri Republik ini, Yang dengan Pancasila nya membentuk Kerukunan AGAMA-NASIONAL-KOMUNIS [NASAKOM] untuk kesatuan yang Pluralisme nya Bangsa ini serta Pancasila sebagai Dasar Negara yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular "Bhinneka Tunggal Ika", Tapi Islam tidak mau dan Menumpas Nasional dan Komunis dengan Cap tidak ber Tuhan, Terbukti Jutaan Orang di bunuh termasuk Bayi nya dituduh Komunis dan mayat nya memenuhi Kali Brantas dan Bengawan Solo, Termasuk Sekolah China, juga Tulisan China dilarang karena China di tuduh Negara Komunis dan demi Islam Bangsa ini harus putus hubungan dengan saudara dari China, yang kini jauh Menyalip Negeri ini dengan bisa memproduksi Barang murah, dan Kebohongan Tidak ber Tuhan terungkap dengan Film Dewi Kwan Im dan Klenteng serta Vihara di China Lestari hingga menjadi Parawisata Ibadah umat Buda, Tao dan Konghucu negeri ini yang di Hancurkan Islam itu Kelenteng, Candi dan Patung Patung Leluhur nya, Memang Agama  Budha yang di Akui saja memuja Sidarta Gautama kan Leluhur bukan Tuhan ? sedang Islam langsung Allah / Tuhan Jadi Tidak salah Islam mengatakan China dan Bangsa ini Komunis Tidak ber Tuhan karena memuja Leluhur / Pik Kong yang bukan Tuhan padahal di Hukum Tuhan ke V disebutkan. "Hormatilah Orang Tua mu Supaya dapat Surga dan Usia yang Panjang" 10 Hukum Allah yang diterima Nabi Musa dan ada dalam kitab Taurat, Nabi Muhammad pun berkata di Quran "Pelajari Injil Taurat dan Jabur" malah Aliran Kepercayaan Injil, Taurat dan Jabur di Jakarta di Tangkap dengan Alasan Melecehkan Islam [TV] kena gebug Undang Undang / PNPS 1965 juga Aliran Aliran Sesat menurut Islam banyak di Hancurkan seperti Saptodarmo di Jogja. Aneh Tapi Nyata bukan ?


Jadi kalau Islam Datang berkata dengan Damai adalah Omong Kosong dan Penipuan, Melihat Tulisan lama Sejarah Kadhiri dimana Islam yang membakar Kitab kitab Budha diganti Quran dan Hadist Arab, Penduduk yang bukan Islam di Aniaya dan di Tumpas, hingga lari ke Gunung Gunung jadi Orang Hutan, yang untung ke Bali hingga bisa lestari melaksanakan Adat Budaya nya hingga detik ini, Juga melihat Kejadian 1965-1966 dimana masih didepan Pelupuk Mata Kekejaman / Kebengisan Islam menumpas bangsa ini hanya untuk menegakkan Sariat Islam Quran dan Hadist dengan membunuh Bangsa ini yang dituduh Kafir bahkan ketika Memotong Leher Orang Kafir berteriak "Allahuakbar" dan saksi nya banyak yang masih hidup kebanyakan Usia nya diatas 60 tahun mereka Trauma dan jadi sangat Pengecut, Keturunannya di Awasi dan KTP nya diberi Tanda ET [Ex Tahanan Politik] kalau pernah di Tahan dan OT [Organisasi Terlarang] untuk Para Keturunannya sedang Etnis China diberi Kode K [Keturunan] hingga bisa di Persulit setelah Aparat melihat Kode ini, Masih Untung Belanda datang dan Melindungi Candi Candi Peninggalan Leluhur juga Merestorasi nya, Serta menulis Sejarah Majapahit, Juga berhasil memperoleh Kitab Negarakertagama sebagian besar Terbakar dan Tak terbaca yang sebagian masih bisa diterjemahkan sekarang ini dan Demikian Indah dan Sempurnanya Maha Karya Sastra waktu itu dimana Nusantara berhasil di satukan sampai kalau kita ingin bisa membaca Kitab Kuna sejenis Negarakertagama harus Sekolah di Leden Belanda karena di Negeri ini bisa nya hanya membaca dan menulis Tulisan Arab.


Juga Buku Sabdopalon Noyogenggong yang meramalkan Kebangkitan majapahit 500 tahun dengan tanda tanda yang sudah bisa dilihat sekarang ini, Alun Minggah Ing Daratan atau Air Laut Naik ke Daratan Pagi ini TV menyiarkan Probolinggo, Semarang, Cirebon dll Air Laut Naik Kedaratan melanda Desa, Belum lagi Banjir Bandang, Gempa dan Terakhir Pageblug Pagi sakit sore mati, Juga TV memberitakan Kebakaran, Kematian Celaka bahkan sekeluarga dll ini mirip 1965-1966 dimana Kebrutalan dilakukan Islam terhadap Bangsa ini dengan Cap Komunis dengan Pembakaran dan Pembunuhan seperti di Blitar Selatan Penumpasan hingga 1970 an dan sudah di Ungkap berbagai Media juga TV seperti Kebohongan Media dan Film G 30 S PKI masa lalu hingga ada Alasan untuk Menumpas selain Islam dengan tuduhan Komunis yang tidak ber Tuhan sampai detk ini dengan UU / PNPS 1965 yang di Tolak Pencabutannya oleh Mahkamah Konstitusi 2010, Akibat nya ini Alam pun membalas jadi Brutal dan Ganas dikarenakan Penduduk nya sudah melupakan Alam Subur Makmur Gemah Ripah Loh Jinawi yang di Pijak nya dan lebih mencintai Padang Pasir di Arab yang disebut Tanah Suci, Padahal Lagu Indonesia Raya 3 Stansa juga disebutkan Indonesia Tanah yang Suci tapi tidak pernah di Nyanyikan karena akan menyaingi Tanah Suci Arab.


Pengungkapan Sejarah Tentang Kekejaman Islam tidak akan Terjadi bila Islam tidak Menyerbu dan Nge Bom serta Menutup Rumah / Puro / Griyo / Dalem Raja majapahit Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta Brahmaraja XI di Trowulan, Sebab Beliau adalah biarpun dianggap Orang Kecil yang JUJUR-SABAR-NARIMO tapi Seorang Diri dan Mandito tapi masih dilecehkan dan di Injak Injak Islam padahal Beliau masih sebagai Simbol Majapahit Nusantara [Bukan Indonesia kalau Indonesia nanti di Tuduh Makar] jadi Nusantara saja seperti Hal nya Republik Mimpi di TV kan bebas berkreasi dan di Tampilkan di TV di Era Globalisasi ini dengan Sindiran Nyata nya, Kami dari Team Universitas Marhaen, The Majapahit Center, The Sukarno Center dibawah Universitas Marhaen yang didirikan Bung Karno 1963 dan karena nama Bung Karno serta Buku Bukunya seperti Sukarnoisme, Marhaenisme di Larang Maka Universitas ini berganti Nama Mahendradata, akan terus mengungkap Sejarah yang selama ini di Tutupi dengan alasan SARA [Suku, Ras dan Agama] agar Masyarakat tahu Kebenaran Sejarah yang Hakiki dan jangan Takut dengan Sejarah itu Sejarah Perang Dunia sudah di Ungkap dalam Film Dokumenter Sejarah Penghancuran Patung Terbesar Budha di Afganistan oleh Islam juga Film Dokumenter nya di Putar di TV sangat detail dan Lengkap, Perang Vietnam dll yang tidak mempengaruhi Hubungan Antar Negara dan Investasi karena hanya Sejarah masa lalu yang di Anjur kan Pendiri Bangsa ini Bung Karno dalam Pidato Terakhir nya "Jangan sekali kali meninggalkan Sejarah" atau JASMERAH selamat mengikuti Blog ini seterusnya...


Salam MARHAEN !!!!!


[Juru Tulis dan Ilustrasi ditangani Team yang dipimpin Pandita GRP Nakha Prawiradipura yang didukung Kesejarahan dari Universitas mahendradata yang didirikan Bung Karno 1963 serta berpredikat Universitas Ter Tua di Nusa Tenggara dan The Sukarno Center, The Majapahit Center dan Perpustakaan lainnya dari Seluruh Dunia hingga menambah ke Akuratan dan Kasunyatan nya Sejarah ini]
read more...

Senin, 12 Juli 2010

PERANG PALESTINA ISRAEL

Berita TV tiap hari menyiarkan Tentang Relawan Indonesia yang di Tawan Israel dan dipulangkan, Menghiasi hampir tiap jam Berita negeri ini, Serta Demo membela Palestina dan mengutuk Israel, Sebuah Pemandangan yang Unik, dimana Indonesia sendiri Rakyat nya lebih kurang sama dengan Palestina, Dimana Penggusuran, Bencana, Kemelaratan sampai banyak Bayi kurang gizi bahkan di telantarkan Orang Tuanya dll, Yang Mana Orang justru tidak memikirkan Bangsa nya tapi lebih memikirkan Bangsa lain yang masih Keluarga Ibrahim dan tidak ada sangkut pautnya dengan Indonesia yang Trah Mongoloid. Bilamana Suatu keluarga ribut sebaiknya kita jangan ikut memihak salah satu, nanti bilamana mereka rukun kembali kan kita malu sendiri. kalau bisa kita merukunkan sesuai Adat kita yaitu Pancasila simbul Persatuan Dunia, Tapi apa dikata kita sudah Jadi Negara Islam jadi Demi Islam kita harus mengorbankan Bangsa sendiri yang lagi terpuruk untuk Gagah Gagahan sok membela Negara lain.Demi se Iman dan se Agama.


Koran hari inipun Memberitakan Indonesia ketinggalan dengan China 50 tahun, Inilah Akibat 1965-1966 di Tumpas nya Bung Karno Pendiri Negeri ini, Penggali Pancasila yang di Perdebatkan hari Lahirnya 1 juni yang lalu, Kita mundur sebentar melihat 1964 dimana Kejayaan Indonesia Bung Karno sangat akrab dengan China bahkan Foto nya bersama Mao Tje Tung Perdana mentri China menghiasi Majalah dan Koran waktu itu, Bung Karno membuat Poros jakarta-Peking-Pyong Yang, Menggagas The New Emerging Forces untuk Menyatukan Asia Afrika dan Amerika Latin, Waktu itu kita sederajat dengan China  dan sama sama memulai Start menuju kebesaran Negara yang menjadi Mercu Suar du Dunia, lha Sayangnya keburu di Tumpas oleh Islam hingga Jutaan pengikut Bung Karno pun dihabiskan dengan cap China komunis, Sekolah dan Tulisan China dilarang, juga Ajaran Bung Karno. seperti Marhaenisme dan Sukarnoisme bahkan nama Bung Karno mau dihapus dari Sejarah Islam.


China jalan terus, kita jadi Negara Islam terbesar di Dunia dengan menghancurkan selain Islam, TV setiap hari menyiarkan bukan memajukan Negara tapi menghancurkan Aliran sesat, Bangsa ini sibuk dengan Undang Undang / PNPS 1965 menumpas bangsa sendiri, Hingga tidak mengurusi Negara yang bebas aktif Zaman Bung Karno, Sibuk ngurus Agama Islam sampai ingin berjuang Perang dengan Israel ke Palestina dan masuk Pusaran Perang Saudara Zaman Samson dan Delilah padahal kini sudah Zaman Google dan maju, malah kita mndur ke Zaman Jahilliyah, Dan China yang di cap Islam Komunis tidak ber Tuhan menyalip pesat hingga kita ketinggalan 50 tahun, Padahal dulu Start nya bareng dan kita lebih maju, Kita punya Minyak, Gas Alam, Besi, Mas, Perak, Tembaga dll, Negara kita yang Besar serta Strategis di Dunia, Tapi kini jadi Negara Terpuruk Export nya Budak, Korupsi merajalela sampai ada Orang teriak "Aku Bangga jadi Anak PKI" ketika ditanya kenapa Bangga dijawab "Tunjukkan Mentri PKI yang Korupsi di Era Bung Karno" tak ada yang bisa menjawab bahkan Tepuk Tangan Para Mahasiswa dan Penduduk Negeri ini melihat si Anak PKI yang kini jadi Anggota Dewan Perwakilan rakyat Pusat negeri ini.


Inilah keanehan Negeri yang menurut Versi Metro TV disebut Negeri BEDEBAH sejak Islam menguasai Negeri ini, Sandiwara baik bidang Hukum, Agama, Ekonomi, Pajak dan apapun menggila, Orang selalu bersumpah menyebut Demi Allah tapi bertentangan dengan prakteknya, Agama dibesarkan tapi Kekerasan gambarannya Dan kini kita lihat lagi Betapa Munafiq nya Bangsa ini, tidak berkaca pada diri sendiri, sok Hebat padahal jadi bahan tertawaan Dunia, kata nya Pancasila tapi bertentangan dengan Pancasila, Ya inilah Indonesia yang Dahulu pernah menjadi Negara Nasional Pertama di Dunia Zaman majapahit kini jadi Negara Biadab Jahilliyah Arab 1000 tahun yang lalu, hingga Koran mengatakan ketinggalan dengan China 50 tahun, Bahkan dulu pernah koran juga menulis kita ketinggalan dengan Jepang 800 tahun, Padahal Jepang 1945 di BOM ATOM, kita Merdeka lha dalam kurun waktu tak lama kita malah ketinggalan, inilah sebab 1965-1966 Jutaan Orang di Tumpas Islam dan Bung Karno yang Hebat di Jatuhkan dan kita sekarag sibuk Menumpas Kafir dan Sesat serta Haram, mengawasi Turunan Orang Briliant dengan cap "Bahaya laten PKI'" dan Perpecahan yang di Dengungkan saling menyesat kan hingga Bangsa ini jadi Tolol dan Dungu. 


[Team Pengamat Politik Universitas Marhaen yang didirikan Bung Karno 1963]




read more...

Jumat, 04 Juni 2010

ISLAM KATANYA DAMAI ?

Bila kita nonton TV terlihatlah betapa kebrutalan dilakukan oleh yang mengaku Islam (inilah fakta kenapa bangsa Israel membabi buta seperti berita yang gencar-gencarnya tersiar karena mereka juga pernah ditumpas Islam pada masa perang salib tahun 1200-an hingga terusir dari Tanah leluhurnya dan dalam kitab Islam tertulis tentang sifat Israel dengan Yahudinya anehnya bangsa ini yang sudah beradab ikutan mengutuk hingga anak-anakpun di negara ini juga dibelajari mengeam aneh dot com apapun alasannya mereka belum memahami konflik yang terjadi, padahal Palestina dan Israel itu saudara satu leluhur hanya pemimpinnya saja yang berseberangan sama seperti di Indonesia tokoh-tokohnya saja yang berperan hancurkan elemen bangsa atau bisa menyatukan bila mau, andaikan nanti di Gaza mereka berdamai mau dimana ditaruh muka pengutukan pada sepihak seharusnya bangsa ini dengan PANCASILANYA BISA MENJADI JURU DAMAI BUKAN KOAR-KOAR MENGUTUK SECARA SEPIHAK BIARPUN YANG DILAKUKAN ISAREL SANGAT tidak manusiawi) Lihat kelakuan ormas mengatasnamakan Islam inilah yang membuat dendam kelompok yang lain biarpun istilah dendam itu dosa katanya. Mereka membakar Kampus Achmadiyah, Memebubarkan Pertemuan Kerukunan Umat Beragama di Monumen Nasional [MONAS] pada 1 juni 2009, Bakan Pengeboman di Negeri inipun di Klaim Islam, Jadi Islam yang murni dan Konsekwen melaksanakan Quran dan Hadist justru tidak bisa Damai dengan Orang selain Islam, mereka menyebut Kafir dan Musrik, Lalu ada Islam yang damai tidak pernah mengutik Orang yang mengadopsi Islam dengan Budaya Lokal tapi malah di hancurkan dituduh Sesat, Contoh Saptodarmo di Jogja 2009 di Hancurkankan. Lalu apanya yang damai ? Debat di TV One 2009 pun malah dengan Sombong nya Habib selalu menyebut PNPS 1965 yang sangat membingungkan, dan Belakangan baru tahu setelah mahkamah Konstitusi menolak Pencabutan PNPS atau Undang Undang No. 1  1965 yang katanya UU Pelecehan Agama, Jadi Orang bisa menghancurkan Agama atau kepercayaan yang tidak di Senangi dengan alasan Pelecehan Agama dengan Payung PNPS 1965, Hebat benar ya !


1965-1966 Terjadi Penumpasan Jutaan Orang yang tidak ke Masjid dengan Tuduhan Komunis Tidak ber Tuhan, Belakangan Era 2000 an diketahui ini adalah Trik Menumpas Pengikut Bung Karno agar mudah menjatuhkannya Mumpung Pengikut nya belum siap di Tumpas duluan, Penumpasan ini didukung Pemberontakan G 30 S PKI dimana Media pada di Bredel, dan yang boleh Terbit Media Pemerintah yang didukung Islam dengan Memberitakan kalau Partai Komunis Indonesia {PKI] mencungkil Mata Para jendral, Juga Gerakan wanita Indonesia memotong Kemaluan Para jendral, Hingga PKI di Tumpas sampai Akar Akar nya 1965-1966 dan setelah Tumpas lalu Bung Karno pun di Jatuhkan 1967 karena sudah tidak ada Pendukung nya, Dan yang mengejutkan di Era 2000 an Terbongkar dengan adanya Surat Visum yang menyatakan Tidak Ada Pemotongan Kemaluan dan Pencungkilan Mata Para jendral, Bahkan yang buat Visum pun Tampil di TV menjelaskan memang tidak benar Berita itu dan Doketr Uzur ini dengan tangan gemetar dan wajah serius pun mengatakan bahwa Tanda Tangan Visum adalah benar tanda Tangannya. Maka ber Hentilah Film G 30 S PKI yang selalu di Putar Wajib tiap 30 September karena dianggap Kebohongan Besar.


Apa Apaan ini ? Suatu kebohongan mengorbankan Jutaan Manusia bangsa ini yang di Potong Lehernya dengan Teriakan "Allahuakbar", Pembunuhan Besar Besaran dimana Orang yang bukan Islam di Bunuh dengan Tuduhan terlibat G 30 S PKI yang ternyata Kebohongan, bahkan sampai Detik ini pun selalu di Teriakkan "Bahaya Laten PKI" dan yang lucu Keturunan Para Korban pun ada yang teriak "Aku Bangga Jadi Anak PKI" dan Orang ini kini jadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] Indonesia, dan yang teriak bahaya laten PKI sibuk meng obrak abrik Pertemuan Keturunan PKI bila mengadakan Pertemuan seperti di Magetan dan Solo {TV} bahkan mengejar nya sampai ke dalam gang gang yang sempit untuk di Hajar seperti Anjing. lalu kapan Bangsa ini bisa Damai ?


Dan banyak kisah memilukan masih bisa diceritakan Saksi Hidup dan Cerita membanggakan bagi Yang Menumpas dan mereka semua masih bisa Cerita menurut Versinya yang usia MEREKA diatas 60 tahun, Ada yang melihat gara gara Istri nya Cantik sang Suami di Bunuh dan Istrinya diambil si Pembunuh, Juga Harta nya diambil sebagai Fa'i atau Harta Rampasan milik Kafir yang di halal kan oleh Islam [TV 2010 tentang Teroris Islam] dan Banyak juga Orang Bangga memiliki Surat penghargaan penumpasan G 30 S PKI yang di Zaman PETRUS para Pemilik Surat Penghargaan ini banyak di Bunuh Petrus Gelap. Inilah Keanehan Negeri ini yang Ahli Rekayasa hingga sekarang ini seperti Kasus Century yang akhir nya ketahuan Dagelan Sinetron nya akibat di Bongkar TV tentang Persatruan Pemilik Lapindo dengan Metri Keuangan.


Hingga di TV dilantunkan bahwa Negeri ini disebut Negeri BEDEBAH, Jadi Manusia membunuh Manusia beserta Bayi nya dan memenuhi Sungai Berantas dan Bengawan Solo 1965-1966 lalu 2004 Tsunami melanda Aceh dan di TV terlihat Banyak mayat, juga Bayi di jajar jajar, Dulu belum ada TV tapi Pandangan Mata nya sama saja yaitu Mayat Orang dan Bayinya sangat banyak ber jajar dulu dibunuh Orang Islam kini Alam membunuh Orang Islam di Serambi Mekah, ditambah dahulu banyak rumah PKI di Bakar sekarang pun juga Banyak Kebakaran di TV, ditambah Kecelakaan yang kadang merenggut Korban Jiwa sekeluarga, dimana dahulu pun se Keluarga di Bunuh dengan cap Komunis. Apakah ini Karmapala ? silahkan tanya "Pada Rumput Yang Bergoyang"


Ada Cerita lama yang jadi Sejarah Kadhiri, bahwa Isalam menumpas majapahit Trowulan yang di pimpin Brawijaya, dimana disebutkan Orang pada di Bunuh dan yang hidup pada lari Ke Pegunungan dan Bali, Buku Buku Budha dibakar semua diganti buku Arab Quran dan Hadist, 1965-1966 setelah Orang yang tidak ke Masjid di Tumpas lalu Bung karno pendiri Republik ini pun di Turunkan dan Buku Buku nya seperti Sukarnoisme, Marhaenisme, Indonesia Menggugat dll dilarang beredar, Bahkan nama Bung Karno pun mau dihapuskan dari Sejarah, Juga Buku Buku Tulisan China dan Sekolah nya di Tutup dan banyak yang  di Bunuh dengan tuduhan China Komunis, Sampai Orang yang di Sekolahkan Negara / Bung Karno ke Negara Komunis pun kalau pulang di Bunuh, tidak pulang Pasport nya di Cabut hingga banyak yang Mbambung di Rusia dan China inilah Sejarah Negeri Bedebah ini.


Tapi namanya Sejarah biasanya dibuat oleh yang menang, maka tulisan ini memang belum dianggap Sejarah tapi nanti pasti jadi Sejarah yang benar, Bangkai biarpun ditutup pasti Bau nya tercium juga, Pertunjukan Kekerasan sejak 1965-1966 oleh Islam hingga kini pun tetap di pertunjukkan mengimbangi Orang yang ingin Damai seperti Kepercayaan minoritas Kejawen yang Orang nya Jujur Sabar narimo pun malah di Sesatkan dan di Hancurkan, lalu DAMAI nya di Klaim Islam, apakah Orang sekarang ini dianggap Tolol semua ? dianggap Binatang yang ketakutan di Tumpas waktu 1965 ? Hingga PNPS 1965 pun di Lestarikan untuk Senjata Penggebuk Bangsa ini ? Bung Karno dalam Pidato Terakhirnya berkata "Jangan Sekali kali meninggalkan Sejarah" yang di kenal JASMERAH, marilah kita berkaca pada Sejarah........


read more...